Sinopsis Prosecutor Princess – Episode 6

Hye Ri gendut? Semua orang sangat terkejut melihat foto yang dikirim Min Suk ke semua orang. Di sisi lain, Hye Ri lari ke kamar mandi dan menangis. Dia mendengarkan dua orang gadis yang bergosip yang mengatakan jika Hye Ri tidak punya hak sekarang untuk memandang rendah mereka. Hye Ri mengingat kejadian yang sama beberapa tahun yang lalu ketika dia masih di SMA. Hye Ri tidak akan memedulikan komentar apapun karena ibunya akan menyuruhnya diet dan ayahnya akan membelikan apa saja asal dia bisa masuk sekolah hukum.

Hye Ri sebenarnya ingin keluar dari biliknya dan menyuruh para penggosip diam tapi dia tidak melakukannya. Alih-alih, Hye Ri malah menelpon In Woo, yang masih marah karena pertemuan yang tidak beruntung malam sebelumnya, untuk diajak makan. In Woo berpikir kalau urusan asmara Hye Ri tidak berjalan baik tapi Hye Ri bilang dia hanya ingin makan meski dia tahu di rumah nanti dia akan memuntahkannya.

Ketika Hye Ri pulang ke rumah, ibunya mencium bau minyak Cina di rambut dan pakaian anaknya dan otomatis langsung ketakutan. Ibu lalu mengeluarkan foto Hye Ri yang masih gendut. Hye Ri menjauhkan dirinya dari foto itu. Dia lalu menimbang berat badannya dan mendapati beratnya 48.2 kg. Hye Ri lalu melepaskan semua perhiasan di tubuhnya dan mendapatkan kembali berat idealnya: 48 kg.

Di kantor keesokan harinya, Jaksa yang lain memperhatikan sikap Hye Ri yang lemah dan Se Joon ingat apa yang dikatan Hye Ri malam sebelumnya: Hye Ri mendapatkan kepercayaan diri dari tubuhnya dan merasa kalau tubuhnya sangat berharga. Ketika Hye Ri lewat di hadapan teman-teman sekerjanya yang membisikkan tentang dirinya, Hye Ri lari ke dalam lift dan bersembunyi di pojok di belakang semua orang. Min Suk merasa bersalah dan meminta maaf atas email tersebut. Dia tidak bermaksud untuk mengirimkannya ke semua orang dan Hye Ri menerima permintaan maaf itu.

Tiba-tiba saja, Hye Ri menerima kunjungan tak terduga: In Woo. Dia membawa saksi untuk kasus Shin Dong Ha. Memang bagus tapi Hye Ri berkata kalau In Woo seharusnya memberitahukannya dulu kalau dia akan menemukan gadis itu. In Woo berkata kalau dia tidak punya alasan untuk melakukan hal itu. Dia hanya melakukan apa yang wajib dilakukan pengacara terdakwa. Dia tidak akan menyimpan bukti ini sendiri. Hye Ri sedih melihat sikap In Woo yang malah menambah masalahnya.

Ketua berkata pada Hye Ri jika seharusnya dia membiacarakan dulu perpanjangan waktu yang diminta In Woo. Tapi yang sudah berlalu biarlah berlalu – tidak ada yang berpikir jika In Woo akan menemukan korban atau bukti lainnya. Sang korban tidak ingin meneruskan tuntutan tentang pemerkosaan itu jadi sebenarnya tidak ada kasus yang nyata. Tapi, Hye Ri perlu melakukan sesuatu untuk menangani bukti baru ini.

Setelah pertemuan itu, Hye Ri mendapat telpon dari Ji Min. Dia diundang ke rumah Ji Min dimana Ji Min dan ibunya memberikan semangkok besar ddukbokki kesukaan Ji Min. Maksud Ji Min menelpon Hye Ri adalah untuk mengucapkan terima kasih padanya karena sudah bekerja sangat bagus untuk menyelesaikan kasusnya. Meski tanpa keputusan hakim, mereka sudah merasa menang. Ji Min juga memberikan Hye Ri hadian berupa kupon buatan tangan – salah satunya adalah kupon pertunjukkan biola.

Hye Ri sangat tersentuh pada sikap ini. Ibu Ji Min menunjukkan kekhawatirannya kalau anaknya akan menjadi ketakutan secara psikologis tapi karena Hye Ri sudah mampu memenangkan kasus itu, Ji Min mungkin bisa menjalani sisa hidupnya tanpa merasa bahwa jika dialah yang bersalah. Hye Ri sangat setuju jika Ji Min suatu hari nanti akan melupakan masalah ini dan mulai mengatakan jika Ji Min jatuh cinta maka lukanya akan hilang. Ibu Ji Min sangat menghargai ini.

Hye Ri kembali ke kantor. Dia menyadari betapa besar kekuatannya. Shin Dong Han, ‘Ajumma penyerang’ dan Ji Min, mereka semua disalahkan. Dan Hye Ri punya kekuatan untuk mengembalikan nama baik mereka. Omelan Se Joon mulai membayangi Hye Ri lagi dan dia pun mulai mengubah pandangannya pada pekerjaannya. Pertama-tama, dia mengatakan pada Ketua bahwa kasus Shin Dong Han akan ditulis sebagai kasus pembelaan diri dan tuntuan hukum akan dihilangkan. Ketua tersenyum pada dirinya karena dia selalu tahu kalau Hye Ri itu pintar.

Di luar penjara, In Woo dan Tuan Shin menunggu Shin Dong Han keluar. Sebuah pertemuan yang sangat mengahrukan. Tuan Shin berterima kasih pada In Woo dan Jenny. Dia berkata bahwa dia mungkin tidak akan mampu melanjutkan hidupnya jika putranya benar-benar dipenjarakan. Dia juga bertanya bagaimana dia bisa membalas kebaikan In Woo. In Woo: “Mungkin ada waktunya nanti ketika saya akan memerlukan bantuan anda.” Ayah Shin Dong Han mengatakan, “Orang seperti Tuan Pengacara, kenapa memerlukan bantuan saya?” In Woo menjawab, “Kalau ada, maukah anda membantu?” Ayah Shin Dong Han mengatakan kalau dia berjanji akan membantu In Woo.

Dan In Woo menangkap saksi pertamanya untuk sebuah kasus misterius. Jenny memberikan pujian pada In Woo tentang penilaiannya terhadap Hye Ri. In Woo mengatakan kalau dia tahu Hye Ri akan menghentikan kasus itu apapun yang terjadi. Jenny menjawab, “Kalau saja aku sudah tahu hal ini, seharusnya aku mengatakan sesuatu. Ada sesuatu yang terjadi pada Hye Ri tapi karena kau sibuk…” In Woo menjadi tegang dan meminta update harian penguntitnya dari Jenny.

Pada waktu makan siang, semua orang pergi makan siang meninggalkan Hye Ri sendiri dengan semangkanya. Ketua menyuruh jaksa yang lain menjemput Hye Ri. Se Joon datang saat Hye Ri akan memasukkan biscuit ke mulutnya. Dia menarik Hye Ri dan Hye Ri malah meninggalkan hp dan makan siangnya. Semua pegawai di kantor itu pergi ke restoran tahu untuk makan siang – yang sangat cocok untuk Hye Ri. Hye Ri merasa malu sebab mereka mau pergi kesana demi dirinya dan semua orang sangat peduli pada masa lalunya. Jaksa Chae mengambil mangkuk nasi Hye Ri lalu mengatakan kalau dia akan membantu Hye Ri menghabiskan setengah nasinya. Min Suk mengambil sup-nya juga. Mereka berkata kalau awalnya mereka akan pergi ke restoran seafood tapi tidak jadi dan semua itu demi Hye Ri. Jaksa Ma berkata kalau sebaiknya mereka pergi kesana saja karena dia alergi tahu. Dia kemudian lari keluar restoran.

In Woo tiba di kantor Hye Ri dengan tas penuh makanan. Dia mendapati kantor Hye Ri terkunci dan telponnya tidak dijawab. Dia keluar gedung dengan kecewa lalu menyadari alasan kenapa Hye Ri mengajaknya makan adalah karena dia tertekan pada tersebarnya foto itu. In Woo bergumam pada dirinya, “Aku masih belum menjadi temanmu!”

Hye Ri duduk di sebuah taman dan bersedih tentang bagaimana para jaksa yang lain sangat kejam padanya. Se Joon menemukannya disana. Dia menyerahkan sebuah bungkusan pada Hye Rid an mengatakan kalau makanan itu rendah kalori dan tidak akan membuat Hye Ri bertambah berat badan. Hye Ri berpikir kalau Se Joon mengolok-olok dirinya juga. Tapi Se Joon berkata kalau dia tidak berpikir jika hal ini lucu dan memang tidak ada yang berpikir begitu serta tak ada yang peduli. Itu hanya karena Hye Ri terlalu memikirkan dirinya yang membuatnya bersedih dan menutup diri. Apakah dia malu karena pernah gendut? Atau apakah dia malu karena tertangkap pernah gendut? Hye Ri menjawab kalau dia malu karena keduanya.

Flashback: di saat masih kuliah di sekolah hukum dulu, Hye Ri masih belum melakukan diet yang ibunya suruh. Di perpustakaan dia bertemu dengan seniornya yang tampan yang mau menolongnya mencarikan buku. Dia bahkan tahu nama Hye Rid an dengan cepat Hye Ri berpikir jika seniornya itu naksir dirinya. Ketika sedang belajar, Hye Ri melihat seniornya – Jin Dong Wook – memandangi dirinya dari lantai seberang. Hye Ri mengatakan ini pada temannya dari mereka tertawa bersama. Di luar, Dong Wook memotret Hye Ri dan temannya. Hye Ri ingin agar Dong Wook ada di foto itu dan mereka pun berpose bersama. Akan tetapi, Dong Wook meletakkan tangannya di pinggang teman Hye Ri itu.

Pada saat Dong Wook ulang tahun, Hye Ri memberikan kue dan jam sebagai hadiah. Dong Wook jelas tidak nyaman dengan hadiah ini dan untungnya, teman Hye Ri muncul. Wanita itu menyuruh Dong Wook pergi lalu mengatakan pada Hye Ri kalau selama ini mereka berkencan. Hye Ri bertanya kenapa dia tidak pernah memberitahukannya selama ini. Temannya itu bilang jika dia berharap Hye Ri akan mampu mengetahuinya sendiri. Di samping itu, apakah Hye Ri percaya kalau pria tampan seperti Dong Wook akan jatuh cinta padanya?

Hye Ri pulang ke rumah dan menghibur dirinya dengan piring yang penuh dengan kue. Dia makan hingga tertidur dan ibu melihat Hye Ri dalam keadaan seperti itu. Ketika Hye Ri bangun, dia menemukan dirinya di sebuah penjara yang berisi poster menurunkan berat badan dan alat olahraga. Jika Hye Ri bisa turun 40 kg, ibu akan membelikan apapun yang dia mau dan dia juga boleh berhenti dari sekolah hukum. Awalnya Hye Ri tidak tahu apa yang terjadi sampai dia melihat ibunya di luar sel itu. Tiga pelatih professional tiba dan mulai melatih Hye Ri. Treadmil, timbangan, dan hanya salad untuk makan malam. Hye Ri mulai menangis dan minta makan pada ibu tapi ibu tidak meneyerah.

Ibu Hye Ri: “Di dunia ini hanya ada dua jenis wanita. Wanita yang kurus dan wanita yang gemuk. Wanita yang punya ketrampilan dan wanita yang tidak punya ketrampilan. Wanita yang dicintai suaminya dan wanita yang direndahkan. Kau ingin menjadi yang mana? Kau bisa menjadi seseorang bila kau kurus. Jangan hidup seperti ibumu dan berubahlah, Hye Ri!”

Mendengar keputusasaan dalam suara ibunya, Hye Ri mulai bersumpah untuk mengendalikan hidupnya dan mulai serius berlatih. Dia mulai lari di atas treadmill. Akhirnya, untuk pertama kalinya, Hye Ri mengenakan pakaian dengan ukuran lebih kecil. Masih dengan rambut panjangnya, Hye Ri keluar mengahadapi dunia. Tidak ada yang merendahkannya dan malah para pria melihatnya sebagai cewek hot! Hye Ri mulai percaya diri dan memutuskan bahwa dia tidak akan direndahkan lagi karena berat badannya.

Se Joon mendengarkan dan kagum pada ketekunan Hye Ri. Dia berkata kalau seharusnya Hye Ri mengikuti nasehatnya sendiri dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Se Joon berkata, “Ketika kau melepaskan masa lalu, maka pada saat itulah masa depanmu dimulai.” Setelah itu, Se Joon pergi. Tapi, Hye Ri tidak sendiri disana sebab sepnjang waktu In Woo bersembunyi, mendengarkan dan menyaksikan apa yang terjadi. Dia melihat Hye Ri membuka bungkusan yang diberikan Se Joon dan mulai berlari, “Berhenti, berhenti, berhenti!”

In Woo: “Ah, yang benar saja! Aku bisa saja terlambat! Letakkan itu dan ayo makan ini. Sushi.”
Hye Ri: (melongo).
In Woo: “Letakkan makanan itu.”
Hye Ri: “Ah! Tidak mungkin! Jangan! Apa yang kau lakukan sekarang, Pengacara Seo?”
In Woo: “Aku tahu ini akan terjadi. Aku tahu saja kalau kau masih mabuk. Itu karena pekerjaan. Sudah pernahkan aku membawakan makanan untukmu?”
Hye Ri: “Membawakanku makanan? Jangan repot. Mulai sekarang aku hanya akan memperlakukanmu sebagai Pengacara Seo. Tolong ambil ini dan pergi.”
In Woo: “Hey… bagaimana bisa kau tidak menghormati pria yang membawakan makanan jauh-jauh kesini?”
Hye Ri: “Kau membelinya. Tidak membuatnya!”
In Woo: “Itu juga dibeli. Siapa yang membelikannya untukmu?”
Hye Ri: (tidak peduli dan mulai makan).
In Woo: “Tidak! Makan ini. Bukankah aku menang taruhan? Jika aku menang, bukankah kau harus mendengarkan permintaanku?”

Usaha In Woo sia-sia sebab Hye Ri sudah memakan makanan yang diberikan Se Joon padanya. In Woo coba menggodanya tapi Hye Ri tidak peduli. Hye Ri menyebutnya pria aneh dan mengatakan kalau cara In Woo memperlakukannya terlihat seperti beban. In Woo meminta Hye Ri untuk tidak khawatir – dia akan menjadi orang yang lebih menyenangkan baginya, seorang teman yang bisa dia ajak bicara tentang apa saja. Ketika Hye Ri pergi, In Woo bergumam pada dirinya sendiri, “Terlambat memang menyebalkan!”

Kembali ke kantor, Se Joon masih memikirkan kasus Kim Dong Suk. Dia mencoba menemukan cara untuk menghubungi kaki tangan wanitanya, Lee Moon Ae, ketika Hye Ri masuk untuk menanyakan sesuatu. Se Joon menyuruhnya ke Jung Sun tapi Hye Ri melihat sebuah foto dan langsung mengenali wanita itu sebagai orang yang dia pinjami telpon waktu acara lelang. Jika mereka menelusuri telpon rumah Hye Ri makan nomer handphone Lee bisa dilacak. Hye Ri tahu dia pintar dan ingin terlibat untuk memecahkan kasus itu bersama.

Se Joon tidak akan membiarkannya dan malah meminta Jaksa Cha untuk membantunya. Hye Ri setuju tapi dengan satu syarat: dia harus setuju untuk menjadi kupon superman. Lucu memang dan Se Joon tidak percaya dia setuju melakukannya. Hye Ri senang karena akhirnya bisa dekat dengan Se Joon. Hye Ri mulai membantu misalnya mengambil kopi atau apapun. Tapi selalu didahului Jung Sun. Hye Ri mencoba bersosialisasi dengan Se Joon tapi lagi-lagi dia selalu bersama Jung Sun. Dia bahkan mau kerja lembur agar bisa pulang bareng Se Joon dan dapat tumpangan tapi Jung Sun selalu ada disana.

Bosan selalu pulang kerja sendirian, Hye Ri mendapatkan solusi untuk memecahkan masalah asmaranya. Dia ingin pindah. Tapi orang tua Hye Ri menolak – bagaimana mungkin gadis yang masih sendiri hidup jauh dari orang tua? Tapi Hye Ri berkilah jika dia selalu pulang kerja sendiri. Dia bisa saja mendapat kecelakaan.

Tidak mampu meyakinkan orang tuanya, Hye Ri menelpon In Woo. Karena ini weekend, jadi dia berpikir Hye Ri ingin berkencan dengannya. In Woo bersemangat bertemu Hye Ri. Tapi, dia malah memintanya untuk mencapai impiannya agar bisa hidup sendiri. In Woo berpikir kalau Hye Ri ingin uang tapi Hye Ri malah memintanya untuk mencari ide meyakinkan ayahnya. Hye Ri mengungkapkan jika dia ingin pindah ke lingkungan tempat tinggal Se Joon dan Jung Sun jadi dia bisa mendapat tumpangan setiap hari. In Woo cemburu dan bertanya apa yang dia lihat dari Se Joon. Apakah karena dia keren?

In Woo duduk di SUV-nya dan menuntun Hye Ri untuk melakukan aksinya. Hye Ri akan berpura-pura mendapat kecelakaan. Tapi, di menit-menit terakhir, Hye Ri ketakutan dan In Woo menyuruhnya untuk keluar. Pada akhirnya, In Woo lah yang menabrakkan mobil Hye Ri ke mobilnya. Hye Ri menelpon ayahnya dan mengatakan kalau dia mendapat kecelakaan dan orang yang dia tabrak masuk rumah sakit. Ayah mempercayai cerita itu dan sadar kalau Hye Ri harus menemukan apartemen yang dekat dengan kantornya. Ibu menyarankan agar mereka pindah ke apartemen bareng Hye Ri tapi ayah menolak. Dia sudah susah payah membeli rumah ini lagipula feng sui-nya bagus.

Hye Ri menyampaikan kesuksesannya pada partner in crime-nya. In Woo lalu menawarkan diri untuk mengantar Hye Ri mencari apartemen. Hye Ri cepat-cepat menolak. Bagaimana kalau Se Joon melihat mereka bersama. Dia bisa salah paham. Hye Ri menemukan apartemen yang cantik dan langsung pindah. Dia pergi ke teras dan mulai memimpikan Se Joon dan dirinya berdua disana sambil memegang segelas anggur dan memandangi kota.

Sebuah telpon mengganggu. Dari In Woo. Dia bertanya apakah Hye Ri sudah bertemu dengan Jaksa Yoon. Hye Ri meminta In Woo untuk tidak mengolok-olok dirinya. Tapi aneh, suara In Woo terdengar sangat dekat…

In Woo berkata kalau dia berdiri di teras sendirian. Hye Ri berputar dan melihat In Woo berdiri di teras dan teras itu letaknya hanya satu lantai di atas apartemen Hye Ri. Dia begitu terkejut hingga tidak menjawab selama beberapa waktu. Sampai In Woo menoleh ke bawah ke tempat Hye Ri…

Hye Ri bertanya apa yang dilakukan In Woo di atas sana. In Woo menjawab kalau ini adalah RUMAHNYA! In Woo tersenyum…

~ oleh Sevtian pada Agustus 31, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: