Sinopsis Prosecutor Princess – Episode 11

Hye Ri terlihat ketakutan. Ma Sang Tae adalah teman masa kecil Go Man Chul sewaktu masih di desa dulu. Go tidak bisa melanjutkan ceritanya sebab dia sangat kaget yang membuatnya keluar ruangan. Apakah ayahnya terlibat dalam kegiatan illegal? Yang Hye Ri tahu ayahnya adalah pria yang baik. Hye Ri sedang memikirkan harus mengapakan ayahnya ketika Se Joon masuk. Dia bertanya apa yang Hye Ri lakukan. Hye Ri menolak memberikan apa yang telah dia dapat dari Go man Chul.

Hye Ri kembali ke Go yang dengan gelisah menunggu. Hye Ri bertanya apakah mereka bisa melanjutkan semua ini besok. Apa yang terjadi? Tapi tentu saja Hye Ri tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Hye Ri harus keluar dari sana. Dia merasa sangat lemas. Ketika mendekam di dalam sel-nya, Go sangat terkejut karena Hye Ri begitu gampang membuatnya bicara. Tapi ada yang aneh. Jaksa itu punya nama keluarga yang sama dengan Sang Tae. Apa mungkin mereka punya hubungan? Go menyesal karena gampang saja bicara!

Jenny menyebutkan kalau Go Man Chul adalah makhluk yang jinak, dia bergerak sesuai yang direncanakan. Ini sangat menggembirakan. Yang lebih heboh lagi, Jenny dan In Woo bahkan tahu Hye Ri sangat terkejut dan keluar dari kantornya. In Woo mengatakan kalau keterkejutan Hye Ri itu hanya bersifat sementara.

Hye Ri pergi ke kantor ayahnya. Ayah menawari Hye Ri minum untuk menenangkan diri. Tapi Hye Ri langsung pada pokok permasalahannya. Apa ayah tahu pria bernama Go Man Chul? Ma Sang Tae mengakui kalau dia memang mengenal pria itu dan menyuruh Hye Ri untuk pergi. Hye Ri tidak puas – kenapa pria itu bilang ayah meminjam namanya? Sang Tae lalu menceritakan sebuah cerita tentang hubungan persaudaraan di desa dimana ayah meminjamkan uang untuk bisnis Go Man Chul.

Lalu, apakah ayah tahu tentang Young Jin Construction? Ayah mengatakan kalau di dunia ini tidak semua hal merupakan hal yang menggembirakan, tapi dia bukanlah pria jahat. Hye Ri sangat ingin ayahnya bersikap jujur jadi dia menerima saja apa yang dikatakan ayah! Ayah bertanya2 apakah dia akan diinterogasi oleh Hye Ri? Tentu saja tidak! Tapi yang jelas karena pengakuan Go Man Chul, ayah pasti akan diinterogasi!

Kembali ke rumah. In Woo sedang berada di pintu masuk dengan baju kuningnya. Hye Ri memperhatikan dan langsung mengajak In Woo bersenang-senang. Tapi In Woo tidak tertarik. Hye Ri mencoba menarik perhatian In Woo, dan dia tersandung dan hampir jatuh. In Woo memegang tangan Hye Ri agar tidak jatuh. Dia bahkan tetap memegang tangan Hye Ri! Inilah untuk pertama kalinya Hye Ri memperhatikan kalau In Woo memegang tangannya. Hye Ri bertanya kemana In Woo akan pergi? Mereka bisa pergi bersama kan? Hye Ri mengatakan pada In Woo kalau tips yang dia berikan sukses dan Go Man Chul malah menyebutkan nama Ma Sang Tae. In Woo kaget (ini harus!).

Sang Tae berbicara dengan Direktur Min. Mereka terlihat khawatir dan Min menyarankan agar mereka mengungkapkan tentang Direktur Song, yang bertanggung jawab atas Young Jin Construction tapi ternyata juga sudah meninggal. Hye Ri yang akan memeriksa ayahnya membuat Direktur Min menguatkan alasannya: salahkan Direktur Song! Tapi apa mungkin membuat keluarga Direktur Song tutup mulut? Untuk itu, Ma Sang Tae harus memberikan sejumlah uang pada mereka agar kasus Nam Woo beres.

In Woo masih berbicara pada Hye Rid an heran kenapa dia masih sedih. Jika ayahnya mengatakan kalau dia tidak bersalah, bukannya semuanya akan baik2 saja. In Woo juga bertanya tentang kisah Go Man Chul. Kemudian dia menanyakan pertanyaan paling besar: tidakkah Hye Ri membenci ayahnya? Tidak juga karena dia adalah ayah Hye Ri. jadi bagaimana bisa membencinya? Hye Ri kemudian bertanya apakah In Woo membenci ayahnya? In Woo juga menjawab tidak. Dia tidak pernah membenci ayahnya sebab ayahnya selalu menepati janjinya.

Ae Ja mengatakan pada Sang Tae kalau Hye Ri sudah punya pria yang dia sukai. Tidak, dia bahkan mencintai pria itu. Mereka saling mencintai. Ae Ja menceritakan tentang In Woo: pengacara, pintar, lucu, tampan, dan hangat. Dengan adanya pria seperti itu, Hye Ri tidak perlu pergi ke acara kencan buta. Pengacara Seo sudah cukup. Ibu menyingkirkan segala rasa takutnya, dia menyerahkan surat cerai pada suaminya. Sang Tae tidak terkesan, dia menjawab dingin dan tidak tertarik, “Baiklah!” Sang Tae bukan pria jahat. Ae Ja terlalu lemah melanjutkan ancamannya. Tapi yang jelas dia berhasil.

Ae Ja sangat gembira. Bukan hanya karena dia tidak jadi bercerai tapi juga karena dia mampu membela kehidupan cinta anaknya. Dia ingin agar Hye Ri segera menikah, yang malah dijawab Hye Ri dengan mengatakan kalau dia tidak ada hubungan apa2 dengan In Woo. Hye Ri melepas perhiasannya dan dia menemukan bros keberuntungan yang In Woo berikan padanya sebelum menyelesaikan urusan judi itu. In Woo sudah memberikan banyak hal untuknya: handphone, jam weker ajaib, dan In Woo memasak untuknya.

Di kantor, Hye Ri menghadapi masalah besar: ayah Hye Ri terlibat dalam kasus konstruksi itu. Pimpinan memberitahukan kalau ayah Hye Ri akan diperiksa. Hye Ri yakin pada ayahnya jadi tidak ada masalah disini. Pimpinan mengikutsertakan Se Joon dalam kasus ini. Segera setelah pertemuan, Hye Ri mengirimkan setumpuk dokumen pada Se Joon yang merupakan catatan kasus Go Man Chul.

Se Joon menanyai Go Man Chul, yang malah menarik kembali tuduhannya: Sang Tae tidak meminjam namanya tapi Direktur Song yang sudah mati yang melakukannya. Lalu, kenapa Go dulu menuduh Sang-tae? Go menjelaskan kalau dia ingin balas dendam pada Sang-tae karena dulu dia pernah mempermalukannya saat meminjam uang. Ini adalah kesempatan besar sebab putrinya adalah jaksa dalam kasus ini. Bagi Se Joon, ini tidak masuk akal. Dia menuduh seseorang tapi kemudian menariknya kembali. Dia pasti tidak ingin kebohongannya ketahuan. Kenapa dia tidak memikirkan ini dari awal? Go Man Chul memerikan jawaban yang tidak memuaskan. Ketika jaksa bertanya tentang kematian Direktur Song, Man Chul menjelasakan kalau kejadiannya setahun yang lalu. Dia bahkan hadir di acara pemakaman.

Setelah interogasi itu, Se Joon melaporkan pada pimpinan bahwa terdakwa mengubah pernyataannya. Interogasi berjalan lancar. Ma menjawab dengan tenang, serta menyangkal adanya hubungan antara dirinya dengan Direktur Song yang sudah meninggal. Dia bahkan meminta untuk adanya investigasi menyeluruh. Hanya ada dua kemungkinan: Ma memang orang yang sangat percaya diri atau memang dia tidak bersalah. Sejauh ini, tidak bukti hubungannya dengan Man Chul dan Direktur Song.

Ma Hye Ri tenang dan memutuskan pergi shoping. Dia sudah lama tidak berbelanja. Tapi ada yang berubah: dia menacri sesuatu yang berhubungan dengan In Woo. Hal pertama yang dia ambil adalah sepasang kaca mata. Yoo Na kebingungan. Apakah pacar Hye Ri itu penguntit. Hye Ri tidak menjelaskan apa2. Akhirnya, dia memutuskan untuk membeli gelang. Sementara itu, Se Joon menerima foto2 keren yang menampilkan Jung Sun. Bin yang mengirimkan itu – tidakkah Jung Sun sedang bersama ayah sekarang? Bin sangat putus asa! Apakah Se Joon tidak tahu kalau Jung Sun menyukainya?

In Woo menerima telpon dari Hye Ri. Dia meletakkan hadiah yang akan diberikannya pada In Woo dalam sebuah ember dan sekarang mengirimnya dengan pancing. In Woo sebenarnya ingin bersikap dingin tapi ini sangat menyentuh dan dia memegang hadiah yang diberikan Ma Hye Ri!

Hye Ri: Ibuku mengatakan kalau aku seharusnya tidak berhutang besar pada orang lain. Ketika aku memikirkannya, aku telah berhutang banyak padamu!

In membuka kotak kecil itu. Dan ternyata berisi gelang dan sebuah kartu. Kartu Hye Ri: “Pengacara Seo, yang selalu aku syukuri, aku menyukaimu. Tapi tentu saja ini bukan pernyataan cinta!” In Woo sama sekali tidak bisa berkata apa2. Dia mengeluarkan gelang itu dari kotaknya dan menggenggamnya erat sekali.

Di apartemennya, Hye Ri menunggu telpon In Woo dengan tidak sabar. Kenapa dia perlu waktu begitu lama. Pada akhirnya, In Woo tidak menelpon. Jadi keesokan harinya, Hye Ri menunggu In Woo di dalam lift. In Woo muncul seolah-olah tidak terjadi apa2. Dia menyapa Hye Ri dengan gaya cool-nya. Hye Ri mencari gelang yang diberikannya tapi kelihatannya In Woo tidak memakainya. In Woo melihat kekecewaan Hye Ri. Sebelum pergi, Hye Ri berbicara dengan In Woo.

Hye Ri: Apakah kau tidak menyukainya? Seseorang seharusnya mengatakan apakah dia menyukainya atau tidak. Aku bisa menukarnya kalau kau tidak menyukainya!
In Woo: Apa?
Hye Ri: Gelang itu!
In Woo: Ah, itu. Maaf, aku tidak terlalu memerhatikannya.

Kehidupan cinta Jaksa Yoon tidaklah mudah. Dia dan Hye Ri seharusnya membentuk klub patah hati saja. Se Joon lewat di depan rumah Jung Sun dan dia melihat mobilnya masih ada di rumah. Ibu Jung Sun memberitahu Se Joon kalau Jung Sun mengantar Bin ke sekolah. Untuk itulah, Se Joon langsung melesat ke sekolah anaknya. Disana dia melihat Jung Sun yang sedang menggendong Bin. Se Joon sangat kaget karena, yang pertama pengakuan Bin tadi malam dan pemandangan yang ada di depannya.

Ketika sedang bicara pada pimpinan tentang kasus yang ditanganinya, pimpinan memberitahu Hye Ri sebuah pepatah: “manusia menentukan takdir manusia lainnya, itu adalah sebuah beban!” Hye Ri tersadar dan dia pergi ke Jung Sun untuk meminta bantuan tentang masalah yang dihadapinya – masalah suami/selingkuhan yang menjadi pembunuh – Hye Ri ingin agar mereka diberikan terapi. Setelah mengatakan kalau dia mau melakukan itu, Jung Sun diberitahu kalau ada yang menunggu untuk diinterogasi – ternyata mantan penguntit Hye Ri. Dia datang bersama ibunya yang menawarkan uang. Tapi Jung Sun menolaknya, dia bisa melakukan kerja sosial. Ketika Hye Ri menyapa sang penguntit, dia bertanya bagaimana kabar pacar Hye Ri.

Jung Sun membawa Hye Ri keluar. Dia tidak bisa mengerti hubungan yang dijalani Hye Ri dengan Se Joon. Karena Hye Ri tidak menjelaskan apa2, jadi Jung Sun memperingatkan Hye Ri: jangan mempermainkan perasaan Se Joon, jangan membuatnya menangis, atau kalau tidak Hye Ri akan berada dalam bahaya. Hye Ri tidak takut pada ucapan Jung Sun. Dia malah bertanya-tanya kenapa Jung Sun tidak bisa mengatakan perasaannya pada Se Joon. Bagi Jung Sun, cinta adalah tidak mengatakan perasaan pada orang yang disukai untuk menghindarkan ketidaknyamanan dan agar selamat dari penolakan. Dia berpikir kalau Jaksa Yoon belum siap, jadi dia menunggunya.

Hye Ri kelaparan tapi tidak ingin makan makanan vegetarian. Jadi dia mengambil ramen dan mulai memasak seperti yang diberitahukan In Woo. Merasa kalau semuanya tidak sama tanpa In Woo, jadi Hye Ri menelponnya dan mengatakan kalau dia tidak punya makanan di rumah. Ketika In Woo memasak, Hye Ri berkeliling di rumah In Woo seolah-olah dia belum pernah kesana sebelumnya. Mereka mulai makan dan Hye Ri tidak bisa menutup mulutnya untuk bertanya apa hubungan In Woo dengan Jenny. Tapi In Woo hanya diam.

Jenny menelpon di saat yang tidak tepat. Tapi ini memberi In Woo kesempatan untuk mengusir Hye Ri. In Woo tidak menghiraukan kehadiran Hye Ri dan malah mengundang Jenny makan malam. Hye Ri pergi setelah dia tahu apa pesan yang terkandung dalam kata2 In Woo. Tapi dia tidak mengerti kenapa dia menangis karena kejadian itu. Dia melanjutkan memakan ramen yang dia masak sendirian. Sementara itu, In Woo merasa sangat hancur dan memakan sisa ramen Hye Ri dengan sumpit yang Hye Ri gunakan.

Hari berikutnya, Jaksa Yoon membicarakan masalah Go Man Chul dengan pimpinan. Mereka sampai di jalan buntu dan semua tersangka ternyata bersih. Sedangkan Song Ki Joon sudah mati jadi tidak bisa ditanyai. Go Man Chul dibebaskan. Tapi Se Joon tidak mengikuti apa yang Hye Ri ikuti: rupanya Ma Sang Tae memberikan tanah pada Go Man Chul. Jadi Hye Ri bertanya pada Nyonya Ha. Tapi wanita ini berkata kalau dia tidak tahu apa dan menolak mengaku kalau dia membeli apartemen dengan uang yang didapat dari hasil menjual tanah yang diberikan Ma Sang Tae.

Jenny mengatakan kalau segalanya sangat menyenangkan karena berjalan sesuai dengan rencana. In Woo mengatakan kalau semuanya memang menyenangkan dan lucu. Tapi In Woo terlihat marah. Dia marah karena semua berjalan tidak sesuai dengan rencana: dia tidak berencana untuk jatuh cinta pada anak musuhnya!

Ma Hye Ri tidak bisa berhenti menggali tentang masa lalu ayahnya. Dia mencari di internet dan mendapatkan info kalau 15 tahun yang lalu ada pembunuhan terjadi di lokasi pembangunan dan Tuan Seo dituduh melakukannya. Tapi Hye Ri perlu lebih banyak informasi jadi dia pergi ke ruang dokumentasi. Flashback memberitahu kita kalau In Woo juga melakukan hal yang sama bertahun-tahun yang lalu. Hye Ri membaca semua pernyataan sama seperti yang In Woo lakukan.

In Woo menunggu di luar gedung itu, menunggu Hye Ri sampai ke luar. Dia bersembunyi di balik pohon. Sayangnya, In Woo tidak bisa menemai Hye Ri di saat2 susah seperti sekarang. In Woo merentangkan tangan (dia memakai gelang yang diberikan Hye Ri) seolah-olah dia menyentuh wajah Hye Ri. Baiklah, In Woo kembali ke jalannya semula untuk membalas dendam.

Hye Ri mencoba menghubungi In Woo. Dia sangat memerlukan In Woo untuk menumpahkan kesedihannya dan untuk meminta nasehat. Hye Ri cepat sekali putus asa jadi dia pergi ke apartemen In Woo. Tapi buruknya, tidak ada jawaban. Hye Ri buru2 ke kantor In Woo tapi dia berhadapan dengan Jenny yang mengatakan kalau dia tidak bisa memberitahu masalah pribadi Pengacara Seo kepada sembarangan orang.

Hye Ri ingin percaya kalau In Woo akan segera menghubunginya karena dia tahu Hye Ri dalam kesulitan. Tapi pikiran rasional Hye Ri mengatakan kalau tidak akan seperti itu. Dia keluar gadung kantor In Woo. Sambil menangis, Hye Ri memanggil nama In Woo.

Hye Ri: “Pengacara Seo… Pengacara Seo…”

~ oleh Sevtian pada Agustus 31, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: