Personal Taste (the novel): Part 1 – Part 3 dalam Bahasa Indonesia


Personal Taste – the novel – Bagian 1

Novel Personal Taste terdiri dari 14 bab dan satu epilog. Novel ini belum diterjemahkan, baru ada dalam bahasa Korea dan terima kasih banyak untuk Javabeans yang mau terjemahin dari Korean ke English🙂

Ada beberapa perbedaan dengan drama, seperti tentang usia, kalau di novel usia pemeran utama 29 dan 31, kalau di drama 28 dan 22. Perbedaan lain adalah munculnya karakter baru dalam drama dan penghilangan karakter yang lain.


Karakter :

Park Woo Min (Yang di drama : Park Kae In, diperankan Sohn Ye Jin), berusia 29 tahun. Dia mendisain boneka dan mainan untuk program TV anak-anak dan itulah sebabnya ia baunya seperti lem. Woo Min sebenarnya cukup manis, tapi kau tidak akan bisa melihat kecantikannya pada pandangan pertama (atau kedua) karena ia jarang berpenampilan manis, ia juga biasa memakai kacamata besar dan jarang memakai make up.

Ayahnya adalah arsitek terkenal yang mendisain rumah yang ia tinggali, tapi karena orang tuanya tinggal di luar negeri, ia hidup sendiri di Korea. Woo Min berbicara dengan ceplas-ceplos, sedikit naif, kepribadian baik dan positif. Tidak seperti 4-D, tapi hampir.

Jeon Jin Ho (Lee Min Ho) adalah arsitek berusia 31 tahun. Tinggi, tampan, dan pintar. Dia sangat pemilih dalam apapun, seperti setelan yang ia kenakan (fashionable), kopi yang ia minum (hanya Blue Mountain!), dan wanita yang ia kencani (itulah mengapa ia tetap single).

JIn Ho mempunyai cara bicara yang kasar dan tanpa ekspresi wajah, ia sangat pandai bicara omong kosong. Dia mempunyai posisi manager di perusahaan arsitektur dimana ia bekerja dengan sahabatnya Sang Joon.

Han Sang Joon (Jung Sung Hwa) adalah teman baik Jin Ho dan juga teman kerjanya. Ia mengenal Jin Ho selama 1 dekade. Sang Joon adalah teman yang hangat dan ramah, ia gampang sekali akrab dengan siapapun. Dia kenal baik Jin Ho dan mungkin adalah satu2nya orang yang akan lolos jika menggoda Jin Ho. (dalam drama ia sunbae tapi dalam novel mereka seumuran)

Seo In Hee (Wang Ji Hye) adalah stylish fashion disainer teman Woo Min. Semua teman kerja mereka berpikir bahwa Woo Min adalah orang yang sembrono, tapi In Hee tahu potensi Woo Min dan ia meminta Woo Min menjadi modelnya saat mendisain busana baru. Tapi saat pria yang tepat hadir, In Hee tidak masalah menyingkirkan teman dan mengejar pria itu.

Na Hye Mi (Choi Eun Soo) berusia 27 tahun, tapi bertingkah laku jauh lebih muda karena ia adalah putri yang manja. Dia bukannya jahat, tapi biasa mendapat apa yang ia inginkan dan ia menginginkan Jin Ho!

Orang tuanya dan orang tua Jin Ho adalah teman baik, dan sudah diputuskan bahwa mereka akhirnya akan menikah. Jin Ho tidak pernah setuju kencan dengan Hye Mi yang ia anggap sebagai adik saja. Maka Hye Mi juga sering kencan dengan pria lain. Tapi biasanya saat hubungannya dengan pria2 itu berakhir ia kembali pada Jin Ho. Ia tinggal di Canada, tapi pulang tiba2 ke Korea dan mendesak kedua orang tua mereka agar Jin Ho melamar dan meresmikan pernikahan mereka.

Tae Hoon (Im Seul Ong), adalah teman Hye Mi dari SMU, mencintai Hye Mi dan menjaganya dengan perhatian dan pengertian. Dia menghormati Jin Ho dan memanggilnya kakak tapi ia tidak berpikir Jin Ho mencintai Hye Mi , dan ia mendesak agar Jin Ho mengakhiri hubungan mereka.

Karakter yang diperankan Kim Ji Suk (Han Chang Ryul) tidak ada dalam buku.

Karakter Jo Eun Ji juga tidak ada dalam buku.

Ahn Seok Hwan memerankan ayah mantan pacar Woo Min yang playboy.

Ryu Seung Ryong memerankan direktur perencanaan dari proyek museum yang ingin didapatkan oleh Jin Ho. Namanya beda dengan di buku.

Ok, now the novel…..

Bab 1 : “Gagal dalam urusan cinta”

Terlihat cantik seperti biasanya, Woo Min datang ke pesta pernikahan. Woo Min bergabung dengan teman2nya untuk minum2 dan perasaannya langsung sebal, salah seorang temannya yang baru bertunangan membanggakan tunangan barunya dan memamerkan dia. Hanya, Woo Min mengenalinya sebagai mantan pacarnya, Jae Wook.

Ini tidak bisa diterima karena beberapa alasan, Woo Min sadar bahwa ini berarti Jae Wook sudah mengkhianatinya! Kalau Woo Min tidak tidur dengannya, maka ia meninggalkan Woo Min. Woo Min berpikir, “Ya tentu saja. Siapa akan berkencan denganku? Aneh jika seorang pria yang terlihat normal seperti dirinya jatuh cinta padaku pada pandangan pertama!” Woo Min mendengus, “Yah, selamat…dan semoga bahagia…dan keduanya akan saling mengkhianati dan terkena AIDS dan mati! Aku tidak ingin pergi ke pernikahanmu tapi aku pasti akan datang ke upacara kematianmu!”

Setelah pesta usai, Woo Min baru sadar kalau ia ditemani teman lamanya Won Ho. Mereka terus saja minum dan Won Ho berkata ia mencintai Woo Min. Ini mengagetkannya. Tapi waktu berlalu dan mereka minum banyak, Woo Min terbangun dan menemukan dirinya ada dalam posisi aneh. Won Ho sudah membawanya ke hotel dan akan tidur dengannya! Woo Min terperanjat, tapi ia sepertinya bersedia karena merasa kasihan bukankah tadi Won Ho dengan sangat tulus menyatakan perasaannya padanya. Tapi Woo Min mulai melihat sekelilingnya, dia menyadari dia ada di atas tempat tidur, tas tangannya masih tergantung di pundaknya, sepatunya masih ada. Woo Min mulai merasa tersinggung, dan lebih buruknya lagi ia merasa dimanfaatkan saja.

Pria itu bahkan tidak ambil pusing untuk melepaskan tas tangannya dan hanya melepas baju dalamnya? Ini bukan tindakan pria yang mencintai seorang wanita bertahun-tahun, ini adalah tindakan bajingan kurang ajar yang akan mengatakan apa saja untuk tidur dengan seorang wanita, yang bahkan tidak ambil pusing bahwa ini adalah kali pertama untuk wanita itu.

Ini menyentakkan Woo Min, bahwa semua pria hanya ingin satu hal darinya yaitu : sex. Mereka mengeluarkan kata2 cinta tapi jika mereka tidak mendapat yang mereka inginkan, maka mereka hanya menyingkirkan wanita itu. Woo Min mendorong Won Ho kesamping dan memintanya berhenti. Won Ho tidak menggubrisnya, ia berkeras mau melanjutkan, maka akhirnya Woo min meraih tasnya dan mengeluarkan gunting, mengancam akan mengebiri Won Ho. Jangan khawatir, kata Woo min, ia juga punya lem. Dengan bijak, pria itu kabur. (Bwa hahaha…)

Bab 2 : “Aku siap untuk pacar gay”

Woo Min benar2 merasa pahit. Ini juga membuatnya berpikir betapa rendahnya semua pria itu. Mereka mungkin akan bersumpah mengenai cinta dan kata2 manis omong kosong lainnya, tapi bagaimana kau bisa percaya mereka jika mereka hanya mengatakan itu untuk masuk ke dalam celana seorang wanita? (sori, aku hanya menerjemahkan hehe..) Woo Min berkata pada In Hee, ia berharap ia punya pacar gay. Ini akan ideal, kau bisa berbicara dengannya dan merasa aman karena ada pria di rumah, tapi juga tidak perlu cemas karena akan dimanfaatkan secara sexual.

Harapan Woo Min tidak sepenuhnya bodoh, ia hanya berharap ia punya hubungan pertemanan dan kepercayaan tanpa dibebani oleh sex.

Jeon Jin Ho merasa kaget, teman lama keluarga mereka Hye Mi ada di kota ini tanpa pemberitahuan dan langsung ke apartemennya. Ia berkata orang tua Jin Ho yang mengaturnya, mereka berkata agar ia datang ke Korea dan tidak kembali ke Canada sampai ia mendapatkan lamaran untuk menikah dari Jin Ho.

Keduanya tumbuh besar bersama dan meskipun mereka sering kencan dengan orang lain, pada akhirnya mereka akan menikah. Jin Ho melihat Hye Mi sebagai adiknya dan sedikit menyukainya tapi bukan perasaan romantis. Jin Ho tidak pernah berpikir Hye Mi mencintainya paling tidak, tidak sebesar perkiraan Hye Mi yang suka dengan ide kebersamaan mereka.

Untuk mencapai tujuannya, Hye Mi mengambil tempat tinggal di apartemen Jin Ho. Karena Jin Ho tidak mau jatuh dalam jebakan Hye Mi, maka ia berpikir jika ia jarang bertemu dengan Hye mI, maka ia akan sadar bahwa Jin Ho serius dan akan menyerah. Makanya Jin Ho mulai mencari tempat tinggal untuk satu atau dua bulan.

Agen Real estate memperingatkan dirinya pada pembukaan tempat tinggal baru, dan Jin Ho heran, ia mengenali rumah di atas bukit itu. Rumah itu pernah ditampilkan dalam majalah arsitektur, dan pria yang mendisain-nya Park Chul Han sangat terkenal. Park sangat protektif dengan rumah itu khususnya. Gabungan sempurna dari tradisional dan modern dengan penghargaan pada alam. Yang adalah karya terbaiknya, dan ia tidak mengijinkan pengunjung yang ingin tahu untuk melihatnya. Jin Ho langsung setuju untuk mengambil kamar itu.

Sayangnya, sebuah suara yang mengganggu percakapan mereka. Seorang wanita yang berpenampilan berantakan, mengenakan celana yang kebesaran, sweater tua, dan kaca mata merah tebal- pulang ke rumah, dan mengoreksi agen real estate itu. Dia sudah mengatakan bahwa kamar itu hanya tersedia untuk wanita.

Jin Ho merasa sedikit tersinggung. Secara logika, ia mengerti bahwa seorang wanita single akan merasa tidak nyaman jika berbagi kamar dengan seorang pria. Tapi Jin Ho juga punya “gengsi yang harus diselamatkan”, karena ia seorang pria yang akan menjaga dirinya sendiri dan ia juga suka berpenampilan bagus, dan gengsinya merasa terhina karena wanita yang berantakan ini berpikir bahwa ia dalam bahaya karena perhatian JIn Ho. Memangnya Jin Ho tertarik dengannya.

Jin Ho ingin membalas, “Kau bisa tenang, karena aku tidak menganggapmu sebagai wanita SAMA SEKALi!” tapi tentu saja dia tidak bisa melakukan itu. Malah, dia mendengar dirinya sendiri menjawab, “Kau liha, aku ini gay, jadi itu tidak masalah, iya kan?”

Bab 3 : “Teman sekamar paling buruk”

Dengan segera, Jin Ho menyesali kata2nya yang terburu-buru. Ia sebenarnya ingin berkata, “Jika aku bersamamu, aku merasa sedikit ketertarika padamu seperti seorang gay, jadi kau bisa tenang.” Apa yang membuatnya mengatakan perkataan gila ini?

Sementara itu, Woo Min berkata pada In Hee bahwa ia sudah menemukan pacar gay/ teman sekamar gay-nya. In Hee tidak percaya, bagaimana mungkin Woo min minta hal yang konyol ini dan satu orang langsung jatuh ke pangkuannya? Dia pasti salah. Tapi tidak, Woo Min meyakinkan In Hee bahwa Jin Ho sendiri yang mengenalkan dirinya sebagai gay. In Hee ingin melihatnya, maka mereka berencana untuk kerja di rumah Woo Min sore itu karena Jin Ho rencananya akan pindah. In Hee membawa baju2 dan mencobakan baju2 itu pada Woo Min yang menjadi modelnya.

Sang Joon juga ingin tahu dan ingin melihat lingkungan baru Jin Ho. Jin Ho menggambarkan pemilik rumah sebagai bibi yang cerewet. Sang Joon mengira ia akan bertemu dengan wanita paruh baya yang gemuk. Ketika kedua pria itu tiba, Sang Joon yang ramah langsung menyapa kedua wanita itu dan ia kaget karena keduanya cantik. Woo Min terlihat sangat menarik hari ini, ia mengenakan baju2 yang modis dan memperlihatkan bentuk tubuhnya daripada baju sehari-harinya. Sang Joon menggoda Jin Ho, pasti sudah bohong dan ingin menyembunyikan si cantik itu untuk dirinya sendiri.

Jin Ho berkata bahwa Woo Min waktu itu tidak terlihat seperti ini, tapi ia berkeras bahwa Woo Min adalah bibi yang aneh itu dan tidak menarik baginya.

Tentu saja, kedua wanita itu berpikir bahwa Sang Joon adalah pacar gay Jin Ho. Woo Min suka dengan sopan santun Sang Joon (dan Sang Joon lebih mendekati fantasinya daripada Jin Ho), tapi ia memutuskan untuk mengatakan peraturan. Biarpun mereka (ke2 pria itu ) berkencan, tapi tidak nyaman bagi Woo Min jika Sang Joon menjadi nyaman dan akan sering menginap. Ia berniat untuk bertanya pada Jin Ho mengenai hal ini dan ia mengetuk pintu kamar Jin Ho dan masuk dengan ragu-ragu. Dan melihat Jin Ho yang telanjang! Tapi ia tidak mengenakan kacamatanya jadi pandangannya kabur, dan ia meyakinkan Jin Ho bahwa ia tidak melihat apapun.

Woo min mengajukan permintaannya mengenai Sang Joon, dan Jin Ho tidak mau temannya dipermalukan (Sang Joon tidak tahu bahwa Jin Ho menyamar sebagai gay), Jin ho menjawab bahwa itu tidak akan menjadi masalah.

Untuk membuat Jin Ho semakin buruk, ia mendengar Woo Min berbicara diluar dengan In Hee dengan nada berbisik. In Hee tanya apa Woo Min melihat sesuatu, dan meskipun Jin Ho tidak bisa melihat jawaban Woo Min, jelas baginya apa yang dimaksud Woo Min saat ia menjawab, “Kira2 sepanjang ini” Lebih buruk lagi, ia merasa terhina dengan jawaban In Hee, yang terdengar kecewa, “Hanya segitu?” (bwa hahaha)

Jin Ho harus menenangkan dirinya dan menahan diri untuk menarik Woo Min masuk lagi ke dalam dan berkeras agar Woo Min melihatnya dengan seksama dengan menggunakan kacamatanya!

Arrgh, Jin Ho mendengus, ini adalah teman sekamar paling buruk yang pernah ada.
sumber: http://kadorama-recaps.blogspot.com/

Personal Taste – the novel – Bagian 2

Bab 4 : “Kau sudah terjebak”

Jin Ho sekarang tinggal dengan Woo Min, tapi mereka jarang bertemu karena Jin Ho lebih senang menghindari Woo Min. Jin Ho juga belum pulang ke apartemen-nya, maka Hye Yi telp dan ingin tahu mengapa ia tidak pulang. Hye Yi minum2 dan menangis dan berkata bahwa Jin Ho sangat kejam, setelah ia jauh2 datang dari Kanada hanya untuk Jin Ho.

Teman Hye Mi, Tae Hoon (diperankan oleh Im Seul Ong) mengambil alih telp Hye Mi dan dengan hormat memanggil kakak pada Jin Ho. Jin Ho berterima kasih karena Tae Hoon menjaga Hye Mi, Tae Hoon tanya dengan ragu2 apa Jin Ho benar2 akan menikahi Hye Mi. Menurut Tae Hoon, sepertinya Jin Ho tidak menyukai Hye Mi, jika ia suka dengan Hye Mi, Jin Ho akan datang dengan berlari untuk membantunya.

Jin Ho tidak tersinggung dengan pertanyaan Tae Hoon, justru membuatnya memikirkan kembali hubungannya dengan Hye Mi.

Jin Ho pulang malam hari dan menemukan Woo Min tertidur di sofa, sambil mendengarkan lagu dari musisi Jepang yang disukai juga oleh Jin Ho. Jin Ho masih merasa Woo Min itu agak aneh dan tidak mau mengakui bahwa ada kemiripan diantara mereka. Biarpung nyata2 ada beberapa hal yang mirip diantara mereka. Misalnya, saat Woo Min terbangun, dia memperlhatkan sketsa yang ia gambar untuk karakter baru di TV dan tanya pendapat Jin Ho.

Jin Ho memilih yang juga menjadi favorit Woo Min, dan saat Jin Ho memuji gambar Woo Min, Woo Min berkata ia bermimpi menjadi artis manhwa, sesuatu yang juga diinginkan Jin Ho. Tapi Jin Ho tidak mengatakan hal itu pada Woo Min, tentu saja.

Woo Min lapar, dan menyarankan agar mereka pergi ke restoran daging panggang di sekitar situ. Jin Ho mencoba menolak, tapi Woo Min berkeras. Dengan menghela nafas, Jin Ho akhirnya mau perg, meskipun ia tidak bisa menahan diri untuk tidak berkomentar pada sweater jelek yang dikenakan Woo Min, kemudian menegur dirinya sendiri mengapa ia harus pusing. Woo Min tidak tersinggung,dan dengan riang mengikuti saran Jin Ho dan ganti baju.

Jin Ho kaget, ia mengenali seorang yang penting di restoran itu. Kim Sung Han, direktur perencanaan untuk proyek pembangunan museum baru yang sedang didekati oleh tim Jin Ho.

Woo Min jadi ngaco, ia minum soju dan mulai santai, ia mulai mengeluh mengenai pria dan hal yang mereka inginkan hanyalah sex. Woo Min merangkul Jin Ho sebagai sahabat barunya, Woo Min berbicara dengan keras, dan Jin Ho sungguh sangat berharap bahwa Sung Han tidak mendengar Woo Min. Khususnya saat ia mendekati paman di dekatnya dan mulai ngobrol dan menyebut mengenai Jin Ho, tentu saja, ia beda. Jin Ho mencoba membuat diam Woo Min, tapi Woo Min berkata dalam bisikan yang keras, “Dia tidak seperti pria yang lainnya! Karena ia GAY!”

Dalam perjalanan pulang, Woo Min minta Jin Ho menggendongnya di punggung. Jin Ho menolaknya, Woo Min langsung minta maaf, “Aku minta maaf. Aku tahu punggungmu itu hanya untuk Sang Jun ya?” Dengan ngomel akhirnya Jin Ho minta Woo Min naik ke punggungnya dan mereka pulang.

Kemudian, Jin Ho keluar dari kamar dan menemukan Woo Min tidur di sofa. Jin Ho melihat sekilas ke arah wajah Woo Min dan juga kakinya. Jin Ho secara aneh merasa tertarik dan ia ingin menyentuh salah satu tumit Woo Min. Jin Ho sadar ini gila, dan ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia hanya ingin memindahkan kaki Woo Min. Tangan Jin Ho menggantung dengan kikuk, dan ia menyentuhnya…lalu Woo Min terbangun, ia heran dan grogi mengapa Jin Ho menyentuh kakinya.

Woo Min bisa menerima alasan lemah Jin Ho bahwa Woo Min terlihat tidak nyaman tidurnya, tapi Woo Min memutuskan minta tolong pada Jin Ho dan Jin Ho terjebak, ia akhirnya harus memijat kaki Woo Min.

Bab 5: “Hal-hal yang seharusnya tidak perlu diderita”

Jin Ho merasa terganggu dengan perasaan aneh-nya, ia mencoba mengabaikan semuanya, ia heran apa ia sudah tidak normal, tertarik dengan wanita yang berantakan seperti itu. Jin Ho memutuskan ini karena ia sudah lama hidup sendiri, ini bisa diperbaiki dengan pindah dan cari pacar.

Di kantor, Jin Ho meeting dengan direktur perencanaan museum, Sung Han, yang dengan menyesal mengatakan bahwa mereka sudah memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan perusahaan Jin Ho. Jin Ho teringat kejadian memalukan di museum, dan berpikir mungkin ini ada hubungannya dengan itu. Jin Ho menanyakan masalah itu dengan hati2, apa mungkin ini ada hubungannya dengan kejadian semalam? Sung Han meyakinkan Jin Ho bahwa sama sekali bukan masalah itu, ia berkata President museum tiba2 memutuskan untuk menyewa tim Profesor Park (Ayah Woo Min)

Jin Ho tidak bisa menyerah begitu saja setelah semua kerja keras tim-nya selama ini yang dicurahkan untuk proyek ini, dan ia mohon agar diberi kesempatan sekali lagi. Jin Ho yakin bahwa ia sebagai pengagum Prof. Park, ia yakin dapat mendisain sesuai gaya Park dan bahkan lebih bagus daripada rekan Prof. Park, yang mungkin tidak memiliki estetika seperti Prof. Park.

Sung Han setuju untuk memberi Jin Ho kesempatan lain, dan menyalami Jin Ho. Dan kemudian berkomentar, “Tanganmu…cukup bagus.” Jin Ho tersenyum tidak tenang, dan ia segera menyudahi meeting itu. Tapi, Sung Han terus berbicara, bahkan mengundang Jin Ho untuk pergi liburan ke villa bersama beberapa rekannya. Jin Ho dengan sopan menolaknya, mungkin lain kali, dan ia bangkit untuk beranjak pergi. Tapi Sung Han berkeras mau mengajak Jin Ho makan siang hanya mereka berdua saja.

Jin Ho merasa waspada, Pastinya…Sung HAn tidak mencoba mendekatinya kan? Jin Ho mulai berkata tegas pada Sung Han, tapi Sung Han meraih tangan Jin Ho dan mengaku, “Sebenarnya, Aku menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Ketika aku mendengar kebenarannya kemarin, kau tak tahu betapa bahagianya aku!”

Untungnya, Sang Jun sang teman baik, membuka pintu dan menyelamatkan Jin Ho, Jin Ho berhasil melarikan diri. Sekarang ia harus menjelaskan semuanya pada Sang Jun. Sang Jun geli dan merasa ini menarik, Jadi Woo Min pikir Jin Ho adalah Gay? Jin Ho menghentikan kesenangan Sang Jun dan menambahkan, “Bukan aku saja, kau juga.”

Jin Ho merasa untuk mengakhiri kekusutan ini adalah pindah, tapi sekarang proyeknya terkait dengan rumah Woo Min. Jin Ho harus tinggal di sana untuk mempelajari rumah itu secara menyeluruh jika ia mau mendapatkan proyek ini.

Sementara itu, Woo Min menerima tiram segar dari rekan kerjanya, yang mendapat kiriman dari ibunya. Woo Min senang karena ada hal yang bisa ia bagi dengan Jin Ho, Woo Min sibuk memasak tiram dan menyiapkan hidangan. (hehehe…tiram..tiram…)

Bab 6 : “Persimpangan antara benci dan cinta”

Yup, keracunan makanan!

Paginya, di kantor, JIn Ho mulai merasa tidak enak badan. Ia menuju apotik membeli obat untuk perutnya, tapi sayangnya Jin Ho tidak bisa menahannya lagi dan harus ke toilet apotik, ia kena diare. Sialan, ini benar2 memalukan buat siapapun, tapi lebih buruk lagi untuk Jin Ho, yang punya image cool dan chic. Lagipula, ia selama ini menggoda ahli farmasi cantik di apotik ini.

Ketika ia kembali ke kantor, seseorang menunggunya, teman Woo Min, In Hee yang “kebetulan ada di sekitar sini.” Jin Ho menerima keramahan In Hee dan menolak ajakannya untuk makan siang bersama, yang menyinggung harga diri In Hee. Kesal, In Hee berkata bahwa Jin Ho cukup kasar karena ia hanya mencoba untuk berteman, tapi Jin Ho menjawab ia tidak berniat berteman dan menyuruh In Hee pergi.

Dan Jin Ho tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi! Setelah bertemu Jin Ho di rumah Woo Min, In Hee tertarik dengan Jin Ho dan ia pikir sayang kalau Jin Ho itu gay. Untuk beberapa alasan, Jin Ho tidak sesuai dengan standar gay In Hee. Sebagai orang yang bekerja di dunia fashion, In Hee kenal banyak pria gay. Dan ia belum siap melepaskan Jin Ho, maka In hee harus meyakinkan dirinya bahwa Jin Ho bukan gay.

Setelah meninggalkan kantor Jin Ho, ia melihat seseorang datang, ia menjadi curiga melihat keakraban Jin Ho dengan Hye Mi. In Hee tidak jadi pergi dan mendekati Hye Mi, yang juga heran siapa In hee.

Kedua wanita itu menyatakan klaim mereka atas Jin Ho. Hye Mi berkata ia adalah tunangan Jin Ho, yang membuat In Hee merasa ada sesuatu yang salah. Jin Ho itu bohong pada Hye Mi bahwa ia normal, atau bohong padanya kalau ia adalah gay. Tapi ini membuat In Hee percaya diri, ia dengan berani berkata ia adalah pacar Jin Ho. Tentu saja Hye Mi tidak percaya, tapi Hye Mi juga merasa ada sesuatu yang salah dan ia tidak bisa mengabaikan In Hee begitu saja.

Woo Min mendengar dari temannya bahwa tiram-nya ternyata jelek, karena ibunya salah mengirim. (jadi inget Mr. Bean) Woo Min merasa cemas, karena JIn Ho sudah memakan tiram itu semua. Bagaimana jika ia sakit? Woo Min tidak punya kesempatan untuk mencicipi tiram itu karena saat ia menawarkan pada jIn Ho, ia pikir mereka akan makan bersama. Tapi Jin Ho yang mulai merasa tidak nyaman dengan perasaan tertariknya, memutuskan untuk menghindari Woo Min dan membawa piring itu masuk ke kamarnya.

Ketika Jin Ho pulang sore itu, Woo Min dengan cemas tanya apa ia sakit dan kena diare. Normalnya, Jin Ho akan terlalu bangga untuk mengakuinya, tapi ia terganggu dan berteriak, ya, ia sakit dan ini semua karena kesalahan Woo Min! Woo Min langsung merasa bersalah dan memberikan berbagai macam hal pada Jin Ho untuk meredakan peutnya. Woo Min menawarkan bubur dan segera berlari ke dapur.

Saat Woo Min berjalan ke dapur, Jin Ho tidak bisa mencegah matanya untuk melirik ke arah kaki Woo Min. Sayang, Woo Min mengenakan celana panjang hari ini, dan kemudian Jin Ho mencaci dirinya sendiri dengan kesal, “Apa pedulinya! Mengapa kau kecewa?!”

Jin Ho terbangun dari tidurnya saat mendengar teriakan dari dapur, dan ia lari ke dapur. Ternyata dapur seperti dilanda badai. Woo Min sudah menggosongkan makanan-nya. Jin Ho mengambil alih, dan ia masak. Woo Min terkagum-kagum. Jin Ho merasa Woo Min manis untuk pertama kalinya. Jin Ho menyajikan makan malam enak untuk berdua. Jin Ho bahkan memaksa dirinya minum kopi instan yang dibuat Woo Min, padahal biasanya Jin Ho tidak akan melirik kopi2 seperti itu.

Mereka jalan2 keluar sambil ngobrol. Woo Min berkata, “Pada kesan pertama kau sepertinya susah, tapi sekali kau bicara, kau seperti teman lama, dan kau juga menerima semua canda dengan baik. Itulah mengapa aku jadi nyaman dan merasa akrab denganmu, apa kau tahu itu?” Ini mungkin adalah pertama kalinya seseorang menggambarkan demikian tentang Jin Ho, dan Jin Ho merasa malu dan senang karenanya.

Mereka tiduran di bawah pohon, Woo Min tertidur. Jin Ho mencoba membangunkan Woo Min, tapi karena beberapa alasan aneh, mungkin karena perasaan romantis dengan didukung oleh pemandangan yang indah, angin yang lembut, harum bunga yang tercium di udara, Jin Ho sadar bahwa dirinya membungkuk dan mencium dahi Woo Min.

Dan kemudian Jin Ho kembali sadar, Waspada dengan perasaan-nya, Jin Ho menenggelamkan dirinya ke dalam situasi aman-nya yaitu komik2 manhwa. Jin Ho memborong komik2 Manhwa dari toko buku dan pulang. Woo Min melirik ke judul2 komik itu dan ia mengenalinya. Woo Min berkomentar, jarang menemukan teman yang suka komik itu. Kenyataannya, dulu ia pernah punya teman di sebuah klub online yang menyukai pengarang komik itu, dan mereka sangat akrab. Mereka bahkan punya username yang mirip, dan Woo Min merasa sedih ketika temannya itu berhenti menulis untuk-nya.

Ini membuat Jin Ho terperanjat, khususnya saat Woo Min menyebutkan bahwa username-nya adalah “Spark Boy.” Jin Ho tertawa karena tidak percaya dan tanya, “Lalu, Spark Girl? Apa itu kau?” sumber: http://kadorama-recaps.blogspot.com/

Personal Taste – the novel – Bagian 3

Bab 7 : “Ikan Perak VS Kucing Betina”

Woo Min tidak menyadari maksud In hee terhadap Jin Ho. Waktu In hee ingin menginap di rumah Woo Min, Woo Min tidak berpikir macam-macam dan langsung setuju. Woo Min juga tidak terlalu antusias dengan kedatangan In hee, ia kerja lembur, tapi In Hee berkata ia tidak keberatan menunggu, Jin Ho pasti akan mengijinkannya masuk, jadi Woo Min tidak perlu buru-buru. Sejujurnya In Hee berharap Woo Min tidak akan pulang dan menginap di kantornya, maka ia bisa merayu Jin ho tanpa gangguan.

Kemudian In hee mampir ke kantor Jin Ho dan menyarankan untuk pulang bersama. Waktu itu, Jin Ho mengusirnya saat ia datang tiba-tiba, tapi kali ini In Hee punya Woo Min sebagai alasannya, maka Jin ho tidak bisa menolaknya dan berpikir mengapa tidak, ya sudah kita pulang bersama. saat mereka keluar, mereka dihentikan oleh Hye Mi yang marah. Hye Mi mengira In Hee adalah wanita yang tinggal bersama Jin Ho. Jin Ho menghela nafas, mengumpulkan segenap energinya untuk menenangkan Hye Mi. Dan ia kaget sekali saat hye Mi mau tahu dimana ia tinggal dan bagaimana ia hidup selama ini.

Hye Mi berpikir bahwa In hee terlihat seperti ikan perak. Karena ia kurus, sedangkan in hee melihat Hye Mi seperti kucing betina karena licik dan licin.

Di rumah, In Hee bertingkah seolah-olah itu adalah rumahnya dan bahwa dia memang adalah teman sekamar Jin Ho. Tentu saja tanpa sepengetahuan jin ho. Kemudian Woo Min pulang ke rumah, In hee agak kebingungan menjelaskan siapa Hye Mi karena ia tidak mau kalau Woo Min tahu bahwa Jin ho pria normal, maka ia menarik Woo Min dan berkata bahwa Hye Mi adalah adik perempuan Jin ho yang menyebalkan. Woo Min terlalu lelah dan ia mengiyakan saja, dan langsung pergi tidur.

Hye Mi percaya bahwa In hee benar2 teman sekamar Jin Ho, lalu ia tanya pada Jin Ho tentang teman sekamarnya, apa benar Jin Ho pacaran dengan wanita itu. Jin ho otomatis mengira bahwa maksud Hye Mi adalah Woo Min karena Hye Mi menanyakan teman sekamar, dan karena Jin ho ingin Hye Mi pergi dari hidupnya maka, Jin ho : “Ya, teman sekamarnya adalah pacarnya!” (haha cukup memusingkan ya..)

Hye Mi akan bersedia melepaskan Jin Ho jika ia benar2 bertemu wanita yang dicintainya, tapi Hye Mi benar benar tidak tahan dengan In Hee dan ia ingin menyelamatkan Jin Ho agar tidak membuat kesalahan. Ini berarti Hye Mi tidak boleh membiarkan Jin Ho berdua saja dengan In Hee di rumah, maka ia pura2 sakit perut dan minta Jin Ho mengantarnya pulang.

In hee curiga, ia menawarkan untuk menemani mereka ke RS, Hye Mi tidak mau ke RS dan mendesak Jin ho mengantarnya pulang. Sambil jalan ke luar Hye Mi memperlihatkan kemenangannya pada In hee.

Bab 8 : “Orang Yang Tidak dapat Diraih”

Pagi itu, hari Sabtu, tapi Woo Min tetap kerja. Woo Min tidur sepanjang malam jadi ia tidak tahu ada kejadian apa sebelumnya, dia bangun dan rumah kosong. In Hee sudah pergi juga pagi-pagi. Woo Min merasa Jin ho tidak ada karena kencan dengan Sang joon, yang sedikit membuatnya kesal. Woo min terus mengingatkan dirinya sendiri kalau Jin Ho itu gay, dan menyingkirkan jauh2 perasaannya yang mulai tumbuh.

Woo Min sakit gigi, dan ia sulit bekerja. Boss Woo Min menyuruhnya ke dokter gigi segera. Ini membuat Woo Min sedikit kesulitan karena dokter giginya sebenarnya adalah mantan pacarnya, Jae Wook. Alasan sakit giginya tidak sembuh2 ya karena ia tidak pergi ke dokter gigi lagi.

Woo Min mencoba untuk mengunjungi dokter gigi baru, tapi justru ketemu dengan asisten Jae Wook. Ia bilang Jae Wook tidak kerja hari ini, maks Woo Min kembali ke klinik gigi lamanya dengan harapan tidak akan bertemu JAe Wook. Tapi ternyata, dokternya Jae Wook. Tapi Woo Min tidak menyadarinya karena dokter itu pakai masker. Sampai saat dokter itu mulai kerja, Woo Min baru sadar itu Jae Wook, tapi ia tetap harus duduk di kursinya. (Catatan, dalam drama tidak ada karakter dengan nama Jae Wook, tapi sepertinya aktor Kim Ji Sook akan memerankan karakter ini, hanya namanya lain.)

Jae Wook menyelesaikan kerjaan-nya dan berkata pada Woo Min bahwa ia mau kembali pada Woo Min. Woo min tidak mau menerimanya. Jae Wook terus menjelaskan alasan ia memilih Young Sun (Catatan, dalam drama ia selingkuh dengan In Hee) karena ia mabuk suatu malam dan mengira Young Sun itu Woo Min. Setelah itu, Yang Sun terus menelepon dan memburunya dan bahkan berkata bahwa ia hamil. Dan ia benar2 kehilangan Woo Min dan keluarga mereka juga menyetujui pernikahan mereka, jadi Jae Wook hanya bisa mengikuti saja. Tapi ia tidak bisa melupakan Woo Min, Jae Wook bersumpah.

Woo Min mulai melunak, tapi ia melihat foto Jae Wook dan Young Sun diambil di cafe dimana Woo Min kencan dengan Jae Wook pertama kalinya, ini membuat Woo Min tidak mempercayai Jae Wook dan ia berusaha pergi, menendang Jae Wook saat Jae Wook berusaha menghentikannya. Ini memicu kemarahan JAe Wook, dan dengan marah menghina Woo Min, menghina penampilannya, karakternya, nilainya sebagai seseorang dan wanita…

…kemudian Jin Ho masuk.

Jin ho selesai meeting dengan Tae Hoon, yang menantangnya dengan cinta Hye Mi. Jin ho tahu pria yang lebih muda itu suka pada Hye Mi. Jin Ho berpikir ia akan senang untuk bertemu wanita yang bisa membuatnya merasakan hal yang sama. Dalam perjalanan pulang, pikiran Jin ho terus tertuju pada Woo Min, dan saat ia melihat tas jelek yang mirip punya Woo Min, Jin Ho langsung merasa bahwa tas itu mirip punya Woo Min. Ia berhenti dan melihatnya lebih dekat, ternyata memang milik Woo Min! inilah awalnya bagaimana ia bisa muncul di klinik gigi Jae Wook tepat saat ia mendengar Jae Wook menghina Woo Min. Jin Ho tidak tahan mendengar Woo Min dihina, ia marah dan memukul Jae Wook! Beraninya menghina “Wanitaku.”

Mereka pergi bersama, mengambil waktu untuk menenangkan diri. Woo Min berterima kasih pada Jin Ho dan suasana hati mereka jadi lebih ringan dan ceria. Karena ini adalah hari yang baik, mereka punya ide untuk nonton film dan manisnya lagi, mereka mengatakan idenya bersamaan, “Jika kau tidak keberatan, mau nonton film ?”

Dan ada yang menarik, Jin Ho mampir ke kantornya sebelum film mulai untuk menyelesaikan sesuatu, Woo Min menunggu di mobil. Woo Min terkejut saat jin ho kembali membawa tas belanjaan – Jin Ho sudah beli kosmetik untuk Woo Min karena tadi saat Woo Min menangis, air matanya merusak dandanan-nya (mungkin merk-nya Etude hehe..), Woo Min tersentuh. Sebagai balasannya, Woo Min memberikan boneka pada Jin ho sebagai hadiah. Sebuah boneka dengan bentuk ular, tidak dinamakan Jin Ho, tapi namanya Ji No. Jin ho diam2 mengakui kalau wajah ular itu memang mirip dirinya, meskipun ia tidak mengatakan apa2.

Woo Min membuat ji No, sebagai karakter baru untuk proyeknya, tapi mereka akhirnya tidak memakai Ji No.

In Hee menelepon, dan untuk pertama kalinya Woo Min mengakui bahwa ia menyesal bahwa Jin ho ternyata gay. Mereka punya banyak kesamaan dan sepertinya ia suka dengan Jin Ho.

Tapi Woo Min sadar saat Tae Hoon menemui Jin Ho dan dengan gembira memeluk Jin ho seraya berkata, “Aku cinta padamu, kak!” Tae hoon sangat senang karena Hye Mi menerima perasaan-nya dan ia pikir itu karena Jin ho mengatakan pada Hye Mi ia tidak mencintainya.

Di mata Woo Min, ini tampak sebagai penghianatan. Jin Ho selingkuh dibelakang Sang Joon, maka Woo Min berkata, ia tidak akan berkata apapun pada Sang joon, tapi ia kecewa ternyata Jin Ho pria seperti itu.

Jin ho tidak bisa membela dirinya, ia hanya kesal sekali pada Tae hoon yang muncul di waktu tidak tepat.

Bab 9 : “Kekacauan”

Hye Mi datang ke rumah Woo Min bersama Tae Hoon. Mereka akan mengumumkan hubungan mereka. Woo Min adalah satu-satunya yang ada di rumah. Ia berpikir mereka adalah adik Jin Ho dan pengagum Jin Ho. Percakapan mereka penuh dengan anggapan yang membingungkan.

Woo Min berpikir karena Tae hoon dan Hye Mi ada di sini, mereka pasti tahu kalau Jin Ho itu gay. Hye Mi, sebaliknya masih mengira ini rumah In hee.

Hye Mi dan Tae hoon membicarakan hubungan asmara Jin Ho dengan nada meremehkan. (maksudnya hubungan Jin Ho-In hee, bingung kan?) tapi Woo Min berpikir mereka bicara tentang Sang joon (bwa haha tambah ruwet..). Woo Min mohon agar mereka mengerti hubungan asmara Jin Ho, karena itu adalah hal yang perlu keberanian besar bagi Jin Ho.

Hye Mi herannya, bisa mengerti pasti ada kesalah pahaman, dan ia berpikir, In Hee pasti sudah bohong, teman sekamar Jin Ho yang ia jadikan pacarnya pastilah Woo Min. cuma Woo Min masih tidak tahu apa-apa.

Sang joon berbicara mengenai proyek museum mereka dengan Jin Ho. Jin Ho berkata ia belum bisa pindah karena ia masih ingin mempelajari rumah itu. Ini membuat Sang joon menebak bahwa Jin Ho pasti menyukai Woo Min. Jin Ho akhirnya mengakui ia memang mulai menyukai Woo Min, hanya ia pikir Woo Min hanya melihat hubungan mereka secara platonis.

Sang joon mengusulkan bagaimana jika Jin ho mengajak Woo Min ke pesta bisnis yang diadakan oleh pihak museum dan Jin ho bisa mengaku dan menyatakan perasaan-nya pada Woo Min dan menjelaskan pada Kim Sung Han bahwa ia bukan gay. Jin Ho takut mengaku pada Kim Sung Han kalau ia bukan gay karena ia takut Kim sung Han tersinggung dan membahayakan proyek mereka.

Jin Ho menjadi pengecut dan datang ke pesta sendirian, justru ia ketemu In Hee yang juga di sana karena koneksi. In hee menggoda Jin ho tapi jin ho mengenalkannya sebagai teman kawan sekamarnya. Jin Ho menegaskan ia tidak tertarik pada In hee. Jin Ho menjauh dari In hee.

Tapi, ia didekati oleh Sung Han! nah lo..yang mau berbicara dengan Jin ho sendirian dan mungkin ehm ..mau mengadakan pendekatan romantis dengan Jin ho (kok jadi inget scene-nya No Regret ya..). Jin ho bergegas ke lift, yang terbuka tepat saat Sung Han tiba dan memanggil namanya. Dan Jin Ho melihat Woo Min keluar dari lift, berdandan cantik. Jin Ho tanpa pikir panjang langsung menarik dan mencium Woo Min! Wow..! (ngga sabar pingin lihat dramanya hehe..)

Woo Min dikirim ke pesta oleh Hye Mi yang lebih senang kalau Jin ho dengan Woo Min saja daripada dengan In hee. Jin Ho sempat minta maaf sebelum mencium dengan tiba-tiba, mereka segera hanyut dalam momen itu. Mereka berhenti untuk bernafas dan sadar, mereka ada di depan orang2 yang melihat dengan rasa tertarik, lalu mereka melarikan diri, dan cekikikan, berniat melanjutkan hal ini di lain tempat.

Semuanya mulai aneh saat mereka berpikir apa yang akan mereka lakukan sekarang. Karena mereka melihat pasangan2 dengan berpegangan tangan melarikan diri dari pesta dan bergegas ke kamar atas. Pesta ini ada di hotel, ini membuat malu Woo Min, dan membuatnya berpikir ke topik itu : sex. Maka ketika Jin Ho berkata ia ingin mengakui sesuatu, Woo Min berpikir Jin ho hanya akan mengaku kalau ia hanya ingin mendapatkan Woo min.

Woo Min memotongnya dan berkata ia tahu semuanya, maka Jin ho tidak perlu melanjutkannya. Jin Ho mengartikan, bahwa Woo Min sudah tahu kalau ia bukan gay, dan Jin ho minta maaf karena telah membohongi Woo Min. Yang semakin membuat Woo Min curiga, apa Jin ho bohong dengan perasaan-nya. Jin ho bingung dengan reaksi Woo Min, bukankah Woo min menyukainya?

Bingung dan kecewa, akhirnya Woo Min pergi, ia hanya merasa Jin Ho itu hanya bermulut manis saja dengannya. Saat keluar, ia bertemu In hee, yang masih kesal karena di singkirkan Jin ho. In hee berkata mengenai gosip tidak sedap mengenai Jin Ho, dia terkenal sebagai playboy dan gigolo (kejam banget…). Kata2 In hee mengagetkan Woo Min, dan ia pulang dengan perasaan kecewa.

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://kadorama-recaps.blogspot.com/
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

~ oleh Sevtian pada Agustus 30, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: